Pola konsumsi makanan dengan kejadian obesitas pada remaja

Trend hidup dan pola makan yang tidak seimbang ini mulai menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan dari mulai kejadian kegemukan overweight sampai dengan obesitas dimana hal ini merupakan peluang terjadinya beberapa penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, strooke dan diabetes.

Gizi Kesehatan Masyarakat. Diagnosis, Patogenesis dan Patofiologi. Banyaknya energi yang dibutuhkan tergantung banyak otot yang bergerak, berapa lama dan berapa berat pekerjaan yang dilakukan.

Elfindri, zainal abiding, rizanda machmud, elmiyasna, dan efrida. PT Agro Media Pustaka. Kes selaku pembimbing I yang selalu memberikan motivasi dan bantuannya dalam penyusunan penelitian ini juga ibu Dr.

Penilaian status gizi secara tidak langsung a. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Analisis Data Kesehatan. Penyajian data penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang hubungan variabel penelitian.

Faktor Resiko Obesitas pada anak tahun di Indonesia. Overnutrition, Overweight, Obesity, overnutrition elementary school children. Menurut Supariasa dkk status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau ekspresi dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu.

Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.

Sehingga peraturan diitnya harus dipertimbangkan bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan pada usia anak tersebut. PT Gramedia Pustaka Utama; Perilaku tampak pada kegiatan keluarga yang mempunyai tiga unsur utama yang mempengaruhi nya.

Noer, Sjaifoellah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Sebaliknya dalam keadaan yang abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang secara cepat atau lebih lambat dari keadaan yang normal.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas dikelompokkan menjadi faktor lingkungan dan genetik. Kemenkes RIJakarta. American Psychiatric Publishing Inc; Berdasarkan berat badan ringannya, umumnya KEP dibedakan atas tiga yaitu: The correlation of fast food consumption and physical activity with obesity was analyzed with regression and correlation analysis.

Damopolii, Winarsi, dkk. Fatbook Rich in Thin Fat Life. This research was aimed to know whether consumption of fast food and physical activity is a risk factor of obesity in adolescent. Hal tersebut yang diduga menjadi penyebab meningkatnya prevalensi obesitas.

Kehadiran fast food dalam industri makanan di Indonesia bisa mempengaruhi pola makan para remaja di kota. This research was observed with cross-sectional design. Fast food umumnya mengandung lemak, kolesterol, garam dan energi yang sangat tinggi. Aktivitas Fisik Tabel 4. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi.

Data hasil penelitian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Elex Media Komputindo. Sebelum dilakukan pengambilan data, dilakukan survey pendahuluan terlebih dahulu untuk penjelasan dan koordinasi dengan sekolah sebagai lokasi penelitian.

Obesitas Primer pada Anak. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat hingga multivariat.

Energy Dense Snack Food in Adolescence:Ayu Ra ony, dkk: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja ibu bekerja memungkinkan lebih sering membelikan makanan untuk anaknya di luar r umah.

Find what you need on laurallongley.com News, gossip, sports - whatever you. Namun, pada penelitian ini peneliti akan meneliti beberapa faktor yang dianggap paling berhubungan dengan obesitas yaitu kebiasaan makan remaja, aktivitas, pola Author: Skripsikesehatanmasyarakat.

Weni Kur danti, dkk: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja penelitian ini, aktivitas sik aktif yaitu > langkah yang dapat dilakukan dengan melakukan gerak langkah. Sehingga kejadian obesitas paling sering ditemui pada masa remaja.

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN TINGKAT

Pada penelitian ini, konsumsi fast food lebih diarahkan pada pengaruh frekuensi makan, kebiasaan makan dalam keluarga dan motivasi makan dari remaja terhadap fast food yang mempengaruhi peningkatan berat badan sebagai indikator penilaian status gizi yang berlebih. Status gizi lebih pada remaja akan memicu untuk terjadinya obesitas yang berlanjut memicu penyakit lain yang akan timbul seperti hipertensi kemudian berakibat menjadi stroke.

Kejadian status gizi kurang dan status gizi lebih dapat dipengaruhi oleh faktor pola makanan. Pola makanan yang tidak sehat akan berdampak negatif terhadap tubuh. Hasil studi di Indonesia ditemukan 50% penyakit yang.

Pola konsumsi makanan dengan kejadian obesitas pada remaja
Rated 3/5 based on 87 review